Monday, January 12, 2009


Siapa Penentu Sukses Anda


Siapa Penentu Sukses Anda? Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Tidak mudah untuk meraih dan mendapatkan sukses. Tentu Anda seringkali mendengar orang mengatakan hal itu. Dan ungkapan itu memang benar adanya, tidak gampang untuk bisa menjadi orang sukses. Tidak semua orang bisa merasakan suatu kesuksesan dalam kehidupan ini. Kesuksesan hanya akan hadir kepada diri orang-orang tertentu, orang-orang yang punya "daya tarik" kuat terhadap "sukses"; sehingga "sukses" tersebut akan mendatanginya dengan suka rela.


Jika saya katakan seperti tersebut di atas, bahwa "sukses" hanya mendatangi orang-orang yang punya "daya tarik" terhadap "sukses", apakah Anda percaya? Kalau saya tanya, "Siapakah penentu sukses Anda?" Saya yakin, kedua pertanyaan saya tersebut pasti Anda jawab secara positif dan optimis. Pertanyaan pertama, pasti Anda jawab "Ya", Anda percaya bahwa sukses hanya datang kepada orang yang mempunyai "magnet sukses", sehingga kekuatannya akan bisa menarik "sukses" untuk mendatanginya. Dan, pertanyaan kedua pasti Anda jawab "Diri Saya Sendiri", ya...penentu sukses Anda adalah diri Anda sendiri. Saya sangat yakin, setiap orang kalau ditanya, "Siapakah penentu sukses?"; pasti jawabannya adalah "Diri Sendiri".


Kedua jawaban optimis yang Anda berikan ini, pasti juga sama dengan jawaban dari sebagian besar orang di muka bumi ini. Yang menjadi masalah sekarang adalah, kenapa banyak orang sudah mempunyai jawaban positif dan optimis, yang sama dengan Anda; tetapi dalam menjalani kehidupannya ternyata masih banyak pula yang tidak sukses. Bahkan mereka justru sering mengalami kegagalan, kemunduran, sengsara, dan tidak mendapatkan kebahagiaan? Inilah keadaan realita kehidupan yang masih banyak menimpa sebagian besar manusia yang harus kita renungkan.


Mengapa mereka tidak berhasil menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup? Apa sesungguhnya yang menjadi penghalang jalan menuju sukses tersebut? Saya juga sangat tahu dan maklum, bahwa mereka pun pasti selalu memanjatkan do'a, memohon kepada Tuhan, agar diberikan kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Tetapi kenapa seakan-akan Tuhan tidak segera mengabulkan do'a mereka?


Sebaliknya, Anda juga bisa melihat kenyataan pada diri orang-orang sukses. Saya yakin do'a yang dipanjatkan ke Tuhan oleh orang sukses ini, juga tidak jauh berbeda dengan do'a orang lain pada umumnya. Semua do'a semestinya berisi keinginan positif yang diharapkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Lalu, Anda melihat perbedaannya, yaitu: setiap do'a dari orang sukses terkesan selalu dikabulkan oleh Tuhan Allah. Tuhan tidak pernah menolak do'a dari orang sukses. Mengapa? Apakah Tuhan itu Dzat yang senang "pilih kasih" terhadap manusia? Mengapa ada orang gagal dan ada orang sukses? Mengapa orang gagal lebih banyak jumlahnya dari pada orang sukses?


Saya ingat wejangan seorang ulama, bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka mau mengubah nasibnya sendiri. Sebagaimana ada di dalam Al-Qur'an, Surat Ar-Ra'd, ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". Ini merupakan bukti, bahwa Tuhan menjadikan manusia "bebas berbuat dan memilih", "tidak dipaksa dan tidak pula dilakukan oleh Tuhan". Ini berarti, manusia itu memainkan peran penting dalam menentukan takdirnya sendiri. Di dalam Al-Qur'an, Surat Al-Muddatstsir, ayat 37 รข€“ 38 juga ada terjemahan sebagai berikut, "(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya".


Ayat tersebut di atas memberikan gambaran sangat jelas, bahwa kita diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih apa pun keinginan kita sendiri, untuk maju ataukah mundur, dan setiap orang dari kita ini juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan, apa pun pilihan kita. Jadi di sini sudah jelas maknanya, bahwa manusia harus merencanakan kehidupannya sendiri, akan menjadi seperti apa nantinya.


Manusia harus membuat suatu rencana hidupnya di masa depan. Dalam pengertian ini, Tuhan hanya bertindak menjadi "fasilitator" bagi manusia untuk menggapai tujuan hidup manusia itu sendiri. Sesungguhnya Tuhan akan dengan murah hati mengikuti apapun keinginan manusia tersebut. Ini sebuah cuplikan firman Tuhan, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku".


Oleh sebab itu, jika Anda ingin sukses, karena penentu sukses adalah diri Anda se;diri; maka Anda harus mau membentuk dan mengembangkan jiwa sukses ini di dalam diri Anda sendiri. Anda harus ada keinginan sekaligus kemauan untuk menjadi sukses. Keinginan dan kemauan untuk sukses itu sebuah pijakan; yang harus Anda tidak lanjuti dengan suatu perencanaan matang untuk meraih sukses dan mendapatkannya. Di dalam pelaksanaan meraih sebuah kesuksesan, Andapun harus mempunyai sikap ulet, tahan banting, dan pantang menyerah. Sebab jika tidak begitu, Anda akan mudah untuk berkata "Saya Gagal".


Tuhan adalah Dzat yang Maha Pemurah dan Maha Kaya, dan Dia jelas menginginkan setiap manusia ciptaan-Nya bisa sukses dan bahagia dalam hidupnya. Semuanya diserahkan oleh Allah kepada manusia sendiri untuk mengurus dirinya secara bebas, Allah hanya "melegitimasi" saja terhadap setiap upaya yang telah dilakukan oleh manusia, termasuk Anda. Tuhan mengharapkan setiap manusia mempunyai kesadaran tentang kewajiban sukses dalam hidup ini. Kesadaran tentang kewajiban sukses inilah yang harus kita pahami lebih dalam lagi. Oleh karena Andalah sang penentu kesuksesan, Andalah pengambil keputusan bagi kesuksesan diri Anda sendiri; sedangkan Tuhan selalu mengikuti apa pun yang diinginkan oleh manusia. Kesadaran akan sukses ini sangat penting peranannya di dalam kehidupan setiap orang, jika orang itu memang menginginkan sukses.

KIAT MEMULAI USAHA DENGAN MODAL KECIL






KIAT MEMULAI USAHA DENGAN MODAL KECIL Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional).
Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.

Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.
Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari. Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:
LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT.

Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR

Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
SUSUNLAH RENCANA USAHA.

Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan. MULAILAH SAAT INI.
Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.

HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN.
Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.

JENIS USAHA
Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:

Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.
Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.

Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain

Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat. Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.





halo sahabat,

sering kita merasakan bahwa hidup itu penuh beban,
hidup penuh tekanan. yang kaya menekan yang miskin,
semua adalah tentang uang.

Kalau kita tanya, hidup untuk apa? Apakah hasil dari
kehidupan kita?

Kebanyakan diantara kita, kalau ditanya: untuk apa
kita bekerja? Jawabnya: Untuk mencari uang, untuk
mencari makan, untuk mengasapi dapur rumah tangga.

Benarkah bahwa satuan hidup itu adalah uang? Benarkah
hidup itu tentang uang?

Saya kemarin sempat ngobrol dengan teman saya Pak
Indrayana,

"Pak, saya baru mengerti bahwa hidup itu bukan hanya
tentang uang"

"Ya memang, hidup itu bukan tentang uang, tapi tentang
love, tentang apa yang kamu cintai, siapa yang kamu
cintai, mengapa kamu mencintai sesuatu, apa yang kamu
cintai untuk kamu perjuangkan, dan bagaimana kamu
mencintai dirimu sendiri dengan membuat dirimu
bahagia"

Nah, kalau sampai hidup kita itu kepepet, merasa
tertekan, adalah karena paradigma kita sendiri yang
salah, bahwa pikiran kita mengatakan "Uang itu
langka".

Mengapa uang itu sulit dicari?

Karena sungguh sulit menari uang untuk kita. Oleh
karena itu lebih baik kita mulai sekarang mencari uang
untuk orang lain, demi orang lain.

Hidup adalah memberi

Sudah jelas petunjuk Tuhan bahwa "Manusia tidak hanya
makan dari roti" oleh karena itu, kita jangan mencari
makan untuk perut (diri kita) namun untuk mencari
makan bagi jiwa kita (makanan jiwa = berbuat
kebaikan).

Dengan demikian, kita hidup dengan cara memberi kepada
orang lain. Berikan pertolongan kepada orang lain,
Berikan solusi bagi masalah orang lain, Berikan
pelayanan terhadap kebutuhan orang lain.

Marketing adalah bagaimana caranya kita melayani
kebutuhan orang lain dan mendapatkan profit.

Bagaimana kalau orang berbuat jahat kepada kita?

Ingatlah bahwa akar dari kekuasaan adalah kepercayaan,
akar dari kepercayaan adalah kepentingan orang lain.

Pada saat orang berbuat jahat kepada kita, apakah itu
berbentuk salah paham, atau rasa curiga yang
berlebihan, pengkhianatan, dan lain lain, maka sikap
kita harus tetap baik kepadanya. Mengapa? Karena
hanya dengan bersikap baik kepadanya, maka ada peluang
ada kemungkinan bagi dia untuk suatu saat membutuhkan
kita. Pada saat dia ada kepentingan tersebutlah maka
kita akan memiliki kekuasaan terhadapnya.

Percuma kita mau ngomong apapun kepada orang yang
sudah salah paham, sudah curiga, sudah emosi
berlebihan, namun pada saat kita senantiasa besikap
baik kepadanya, maka suatu saat dia membutuhkan kita
(membutuhkan kebaikan kita), maka dia mulai memiliki
kepentingan kepada kita. Itulah akar rasa percaya.
Dia akan mulai percaya kepada kita, pada saat itu,
kita memiliki kekuasaan. Akar dari kekuasaan adalah
rasa percaya.

Bila kita bersikap jahat kepadanya, maka selamanya dia
tidak akan percaya kepada kita, dan kita kehilangan
kesempatan untuk memiliki kekuasaan. Selamanya kita
akan kehilangan kekuasaan. Tidak ada peluang bagi
orang lain untuk emmbutuhkan kita.

Hidup adalah mengetuk pintu orang lain

Kadang kita dengar pepatah "Ketuklah maka pintu akan
dibukakan" dan kita heran, untuk apa kita mengetuk
pintu?

Maksudnya adalah bahwa hidup kita itu, bagaimana cara
kita hidup, adalah dengan berkomunikasi dengan orang
lain, lewat mengetuk pintu hati mereka. Sungguh sulit
bagi kita untuk hidup bila orang lain tidak percaya.
Oleh karena itu, pada saat kita mengetuk pintu hati
mereka, maka mereka akan percaya, dan membuat hidup
kita lebih mudah. Segalanya menjadi beres pada saat
orang lain percaya.

Bagaimana caranya mengetuk pintu hati?

Kita mengetuk pintu hati dengan hati. Kita membuka
hati dengan hati.

Oleh karena itu kita harus mempertajam hati nurani
kita.

Hidup adalah bukan untuk kita, kita hanya menjalankan
tujuan Tuhan menciptakan manusia, yaitu untuk menolong
sesama manusia.

++++++++++++++

Kalau aku meninggal hari ini
tidak ada yang kusesali
kalau aku dipanggil Tuhan hari ini
tidak ada yang kutangisi

Kalau aku ditanya apa keinginanku hari ini
tidak ada lagi yang aku inginkan
karena Tuhan telah memberi terlalu banyak
karena Tuhan telah memberi petunjuk

Kalau aku harus meninggal hari ini
tidak ada lagi yang aku rasakan bedanya
kalau aku harus ketemu Tuhan hari ini
tidak ada lagi yang aku minta dariNya

Kalau aku diberi petunjuk olehNya
tidak ada lagi yang aku inginkan
karena Tuhan telah memberi jalan
dengan mengabulkan permohonan orang lain
untuk mendapatkan bantuan

dengan memberikan permintaan orang lain
untuk mendapatkan pertolongan
dengan memberikan kebutuhan orang lain
untuk mendapatkan kebaikan
yang diharapkan Tuhan kepadaku

Bahwa hidup ini bukan untuk diri kita
namun untuk orang-orang lain
Sesungguhnya kita tidak memiliki hak apapun
namun sungguh besar rejeki Tuhan kepada kita
untuk orang lain
demi orang lain
dengan memikirkan orang lain
membantu orang lain

Maka sesungguhnya banyak sekali
jalan keluar dari persoalan
rejeki yang kita harapkan
dengan cara memikirkan orang lain

dengan membantu Tuhan
mengabulkan permintaan orang lain
itulah jalan hidup
itulah jalan rejeki





Suatu kali perancang Jepang Issey Miyake pernah bilang begini :

“Dalam berkarya saya menciptakan busana, bukan menciptakan mode, karena bagi saya busana itu lebih dekat hubungannya dengan pemakainya, ada hubungan jiwa antara tubuh dan pakaian. Sementara mode bisa habis masanya, tapi pakaian melekat terus pada diri pemakainya. Jadi bagi seorang pemakai, lebih penting busana daripada mode,” katanya.

Memang kelihatan dalam sekali pemikirannya, filosofinya. Karena dalam, maknanya sangat berarti. Bahwa pakaian itu harusnya menunjukkan karakter pemakainya. Kita berpakaain bukan ia terjebak mode atau lingkungan, tapi memancarkan jiwa, jita diri.

Seorang pria muda pernah menceritakan pengalamannya. Topiknya tentang penampilan istrinya, seorang wanita yang cukup gaul dan modern. Setelah hidup bersama dan makin kenal dengan pasangannya, pria itu menyadari suatu hal.

Baginya lama kelamaan istrinya bukan lagi wanita yang ia kenal dulu. Ia kini melihat dandanan, pilihan busana sampai sepatu dan tas istrinya semakin mirip dengan teman-temannya, malah seperti banyak wanita lain yang ia jumpai di kafe atau berpapasan di mal.

Keyakinan bertambah ketika perhatiannya sepintas berhenti di saluran TV yang lagi memutar sebuah sinetron lokal. Ia melihat beberapa tokoh wanita di situ memakai kaos ketat, mengapit tas, rambutnya panjang lurus, memakai celana panjang dengan sepatu sandal. Tidak beda dengan gaya tampilan istrinya.

Senangkah pria itu ? Ternyata ia menjadi bingung sendiri. “Apa dong bedanya penampilan istri saya dengan orang lain ? Kok seragam, ya ?” katanya dalam hati.

Dari situ dapat ditangkap tangkap makna kisahnya. Dengan melihat istrinya bergaya seragam seperti banyak orang di lingkungannya, ia merasa sang istri telah kehilangan karakter, jati dirinya. Banyak wanita memang merasa sudah berpakain dengan baik. Malah bangga karena bisa mengikuti mode terbaru. Bagi mereka ukuran berpakaian yang pantas ditentukan lewat ketepatan meniru apa yang dipakai seorang idola atau teman terdekatnya. Kalau bisa semirip mungkin dengan gaya dandan yang ia lihat setiap pagi pada halaman mode majalah wanita.

Padahal sebenarnya belum tentu ia punya tingkah laku, gaya bicara, pembawaan, postur dan sederet hal lain yang sama dnegan orang yang ia jadikan panutan itu. Setiap orang punya gayanya sendiri, bahkan di antara si kembar sekalipun.

Memang susahnya untuk bisa tampil berkarakter, punya style, tidak semudah meniru. Di dunia ini saja, sepanjang sejarah mode misalnya, hanya ada segelintir wanita yang dianggap punya style. Gaya pakaian sampai dandanan mereka begitu khas dan tidak ikut-ikutan. Justru karena berkarakter mereka bisa mempengaruhi orang di sekelilingnya.

Sebut saja misalnya Coco Chanel dengan gaya pakaiannya yang berciri setelan hitam dengan kalung mutiara panjang yang dipakai berlapis-lapis. Contoh lain Jackie O. Dengan topi bundar, kacamata lebar, rambut flip dan gaun mini sederhana ia menciptakan look tersendiri, yang sampai sekarang tidak habis-habisnya dijadikan inspirasi dunia mode.

Penyanyi kontroversial Madonna juga salah satu wanita dunia yang dianggap punya penampilan yang berkarakter dengan gaya bra sampai penampilannya yang selalu trendy.

Kini ada juga Alicia Keys dengan rambut kepang kecil dan jaket panjangnya atau penyanyi Macy Gray dengan rambut kribo dan baju hippynya.

Aktris Sarah Jesica Parker, yang sukses lewat sinetron Sex and the City termasuk wanita berpakaian khas dengan gayanya yang bohemia eklektik.

Di tanah air ada beberapa nama yang cukup menarik perhatian. Di antaranya, Kris Dayanti yang selalu muncul glamor dengan bustier dan rambut besarnya akhir-akhir ini. Melly Guslow juga punya gaya yang begitu independen. Jajang C Noer yang selalu berkebaya juga menampilkan karakter tersendiri.

Padahal kini orang semakin bebas untuk mengekspresikan dirinya, baik dalam bentuk pemikiran, sikap, kreativitas dan banyak hal lain. Gaya individu semakin diterima dan dihargai. Seorang penulis bisa membuat novel macam Saman atau Supernova dengan cara bertutur sangat bebas mencampur banyak gaya sastra. Sangat individual. Atau orang tidak peduli lagi wanita menjadi aktivis.

Sayangnya ungkapan sikap pribadi itu tidak banyak ditemui dalam gaya berpakaian wanita. Orang lebih suka menikmati mode sebagai bagian dari pergaulannya, bukan sebagai sikap pribadinya.

Padahal dengan lebih menonjolkan karakter sendiri, seseorang akan merasa lebih percaya diri karena menjadi diri sendiri. Kalau sudah menjadi diri sendiri ia akan lebih mudah menjalankan banyak sisi kehidupan dengan nyaman.

Bagi yang merasa belum menonjolkan karakter diri, Anda masih punya kesempatan. Mulailah dari sekarang. Bagaimana pun penampilan masih bisa dibentuk dan ditata. Berikut ini beberapa caranya.

1. Kenali diri sendiri. Anda merasa tipe wanita seperti apa ? Romantis, praktis atau tipe lainnya. Untuk mengenalinya, Anda bisa dipelajari kebiasaan sendiri. Misalnya, apa aktivitas Anda. Apa hobi dan kesukaan Anda mengumpulkan pernak-pernik antik, senang melukis atau lebih suka menata interior. Musik kegemaran juga biasanya ikut membentuk jiwa seseorang. Wanita yang senang lagu-lagu lagu pop biasanya akan senang hal yang praktis dan baru.

Kalau sudah kenal tipe diri sendiri, biasanya akan lebih mudah menentukan jenis busana. Orang-orang kreatif biasanya akan tampil lebih ekspresif. Wanita sportif lebih memilih karaker baju yang lebih ringan dan praktis.

2. Kenali pekerjaan Anda. Seorang notaries biasanya akan punya batas-batas tersendiri dalam memilih benda-benda yang akan dipakainya. Kalau Anda hanya ibu rumah tangga biasa yang jarang sekali keluar rumah untuk pesta atau resepsi, tentu akan merasa risih memakai gaun bertali bahu kecil.

Dari bidang kerja ini biasanya terbentuk karakter tampilan tertentu. Banyak aktivis wanita atau seniman kita, seperti Debra Yatim, Zumrotin atau Ratna Sarumpaet, umpamanya, senang memakai gaya etnik atau memberi sentuhan etnik pada tampilannya. Tentu ini sebuah fenomena yang perlu dipelajari. Setidaknya ada karakter khas yang muncul dari wanita-wanita dengan profesi dan pandangan yang sama.

3. Ciptakan gaya sendiri tanpa pengaruh teman atau lingkungan. Tentu saja trend mode sangat diperlukan untuk dijadikan referensi kekinian kita. Cobalah tidak usah selalu ikut-ikutan orang. Memakai tas kepit yang memang sedang digemari saat ini boleh-boleh saja. Tapi kenapa harus memaksa tas berlogo LV atau Fendi. Kenapa tidak mengepit tas anyaman cantik saat memakai gaun, misalnya.

Tapi hati-hati. Untuk membentuk karakter sendiri harus punya selera dan wawasan yang luas. Contohnya, kalau Anda tidak punya selera yang bagus dalam memadu, memakai gaun dan sepatu sport sebagai cara menonjolkan sebuah karakter baru, bisa jadi malah akan kelihatan norak.

4. Yang sering terjadi, karena ingin menonjolkan karakter, orang melakukannya dengan asal-asalan. Hasilnya malah jadi salah kaprah. Ukuran untuk punya karakter dan gaya, bukan dari keberhasilan menciptakan tampilan yang aneh atau sekedar berani tampil beda.

Juga bukan harus selalu dengan pakaian yang trendy. Gaya klasik yang ditampilkan sesuai dengan karakter diri juga bisa kelihatan menarik. Tonjolkan selera pribadi. Dan yang penting, Anda harus membawakan dan menatanya dengan penuh selera dan gaya.

5. Terakhir, rasakan dan bentuklah terus apa yang telah Anda tata. Perbaiki dengan mengurangi hal-hal yang dirasa tidak sesuai dengan jiwa. Kalau konsisten menampilkan diri sesuai jiwa, biasanya akan terbentuk sebuah tampilan yang berkarakter dan bergaya khas. (Muara Bagdja)






Konon aktris legendaris Marlene Diertrich suatu kali pernah ditolak masuk pada sebuah restaurant karena ia memakai celana panjang. Seorang wanita yang tampil dengan busana pria rupanya dianggap kontroversial. Itu terjadi tahaun 1930-1940an ketika belum banyak wanita memakai celana panjang di tempat umum.

Beruntunglah kaum wanita sekarang. Keadan sudah jauh berbeda. Celana panjang bukan tabu lagi karena sudah diterima oleh segala kalangan, mulai ibu rumah tangga biasa sampai first lady dan bisa dipakai di mana saja, mulai dari liburan santai sampai di tempat kerja. Kini celana panjang adalah bagian dari perbendaharaan busana wanita modern.

Jenisnya juga semakin beragam berkat perkembangan mode yang terus berganti. Di antara sekian banyak jenis celana panjang, ada 5 tipe utama yang sering dipakai kaum wanita berdasarkan potongannya : jeans, Capri, palazzo, slacks dan tight pants.

Nah, celana mana yang sesuai untuk Anda ?
Jeans meratakan pinggang dan pinggul

Keuntungan memakai jeans adalah bisa membuat bagian perut, samping pinggang dan sisi pinggul kelihatan lebih rata. Meskipun begitu wanita gemuk sebaiknya tetap memperhatikan potongannya. Jeans model boot cut adalah pilihan terbaik, bukan baggy yang menambah kesan gemuk atau bell bottom yang memendekkan.

Kalau Anda mempunyai masalah dengan perut, pilihlah jeans yang memakai ritsleting, bukan kancing (button fly).

Meskipun kini jeans banyak dipakai untuk berbagai kesempatan, tetap saja ia akan ditolak untuk acara resmi.
Carpri memang trendy, tapi …

Nama Capri diambil dari nama pulau tempat berlibur di Itali dan pertama kali dipopulerkan tahun 1950an oleh Emilio Pucci sekembalinya perancang itu dari liburan di sana.

Akhir-akhir ini celana dengan panjang sebetis itu kembali menjadi trend. Tapi tahukah Anda bahaya memakai celana dengan potongan tanggung itu ? Celana Capri cenderung membuat postur pemakai menjadi lebih pendek !

Jadi cara paling baik memakai Capri adalah dengan memakai atasan yang tidak terlalu longgar supaya garis tubuh kelihatan lebih panjang. Dan gunakan sandal terbuka yang memakai hak, bukan flat, supaya bentuk kaki kelihatan lebih panjang.

Meskipun trendy, Anda perlu mempertimbangkannya lagi kalau ingin memakainya. Dengan model sepotong itu, Capri membuat betis dan bagian mata kaki yang besar kelihatan semakin menonjol.

Karena berkesan kasual, celana ini memang lebih cocok untuk berbagai acara santai Anda.
Palazzo menyembunyikan kekurangan

Celana berpipa lebar ini biasanya terbuat dari bahan lemas dan panjangnya sampai menutup mata kaki. Di Indonesia palazzo lebih dikenal dengan sebutan kulot dan kini lebih populer untuk baju bergaya etnik dan muslim. Di Amerika kadang disebut juga dengan istilah beach payama.

Celana ini memang bisa menutupi masalah di bagian bawah tubuh, seperti kaki pendek, kaki kecil, paha, betis dan dan mata kaki besar atau bagian pantat yang lebar.

Tapi memakai palazzo tidak otomatis menolong masalah Anda. Banyak wanita sengaja memakai palazzo yang berpotongan sangat lebar karena ingin menutupi kekurangannya. Padahal potongan yang terlalu lebar itu justru membuat pemakai kelihatan pendek dan besar. Artinya, Anda yang pendek atau gemuk harus memilih palazzo yang tidak terlalu lebar.

Palazzo nyaman dipakai karena biasanya bagian pinggangnya terbuat dari karet elastis atau memakai tali serut (draw string).

Celana lebar ini bisa dipakai sebagai busana casual atau dressy tergantung bahan dan aksesorinya. Palazzo dari bahan berkilau misalnya, cukup menarik untuk pesta pantai Anda.

Yang pasti, palazzo sama sekali bukan untuk busana tempat kerja Anda. Kelihatan terlalu santai dan tidak serius.

Celana pipa (slacks) untuk semua wanita

Dengan bentuk pipa yang lurus, celana ini paling aman dipakai untuk segala bentuk tubuh. Anda dianjurkan memilikinya karena celana pipa bisa memberi kesan merampingkan tubuh.

Dari segi bentuknya, celana ini cocok untuk segala kesempatan. Untuk suasana santai pakailah slacks yang terbuat dari katun atau bahan khaki.

Bila terbuat dari renda, beludru, jersey, sutra atau bahan berkilau lain, celana ini juga oke untuk acara malam atau pesta Anda. Apalagi kalau ditaburi payet atau manik. Warna-warna mencolok lebih menarik perhatian, tapi hitam tetap kelihatan lebih elegan.

Celana pipa yang terbuat dari bahan lembut, seperti wol ringan atau polyester campuran, sangat pantas untuk baju kantor dengan atasan blaser atau blus lengan panjang. Meskipun warna cerah kadang dibutuhkan untuk memberi kesan lebih segar pada busana kerja, tapi celana kerja Anda sebaiknya tetap dalam nada warna netral.
Celana Ketat

Akhir-akhir ini banyak wanita memakai celana yang terbuat dari bahan stretch. Selain trendy, celana ketat ini memang nyaman dipakai dan bisa membentuk garis tubuh lebih baik.

Sayangnya pemakai sering tidak menyadari bahwa celana seperti itu membuat garis celana dalam terkadang kelihatan dengan jelas, terutama di bagian pantat, yang sungguh kurang enak dilihat dan merusak penampilan keseluruhan.

Supaya tidak terjadi, cobalah kenakan celana ketat dalam ukuran yang tidak terlalu pas di badan dan bahannya agak tebal. Memakai blus sebatas pantat juga merupakan cara lain untuk menutupinya.

Paling tepat Anda memakai celana dalam model G string. Tapi banyak wanita kurang merasa nyaman dengan celana dalam model begitu. Sebagai alternatif, usahakan celana dalam Anda memakai karet elastis yang tipis pada bagian pinggang dan lingkar pahanya. Jadi celana dalam Anda tidak membayang.

Supaya celana ketat kelihatan lebih rapi dan melangsingkan, pilih yang ritsletingnya terletak di bagian sisi atau belakang.

Celana ketat membuat wanita tampak menarik saat dipakai santai atau pesta, tapi terlalu sexy untuk busana kerja.

Supaya celana enak dipakai

Apa pun yang dipilih, setiap pemakai pastinya menginginkan celana yang enak dipakai dan jatuhnya mantap di tubuh. Kuncinya, bagian selangka harus berukuran pas, bagian dalam paha tidak berkerut dan bagian pantat tidak menggembung.

Memang tidak mudah menadapatkan celana yang mantap. Untuk itu saya kutip saran Kim Johnson Gross dan Jeff Stone yang mereka tulis dalam buku Women’s Wardrobe : Pants that flatter the body are often hard to find. So, when you come across some that fit, remember who made them. Chances are you’ll back for more.

UNDERWEAR






Tahayul di negeri dengan jumlah penduduk yang (mengaku) beragama Islam terbesar di dunia masih berkembang dan mendarah daging. Dari aliran dinamisme, animisme sampai gugon tuhon (Jawa: kepercayaan turun temurun). Semua masih berkembang dengan kemasan yang semakin menarik seiring perkembangan jaman.

Sinema elektronik di televisi juga setali tiga uang alias sama saja, menampilkan sinetron religi yang sesat, misteri yang salah kaprah (misal arwah orang meninggal jadi hantu, padahal semua jiwa orang yang meninggal berada di alam arwah menunggu penantian) dan kiai sesat menyesatkan dengan ajaran klenik.

Sejak bayi lahir pun sudah banyak tahayul yang diajarkan secara turun temurun misalnya plasenta (ari-ari) yang dianggap saudara/teman si bayi sehingga harus diperlakukan istimewa sewaktu menguburnya. Harus dengan bunga tujuh rupa, dilengkapi bumbu dapur dan seperangkat peralatan sebagai simbolisasi harapan orang tua supaya si bayi kelak menjadi anak pintar, sholeh (padahal caranya saja sudah tidak benar). Jangan heran bila melihat ari-ari dikubur dengan peralatan tadi ditambah buku tulis, pensil, jarum. Saya bertanya dalam hati, apakah si Thukul Arwana dulu ari-arinya dikubur bersama dengan laptop ya?

Bayi yang dalam perawatan tali pusarnya memerlukan kasa/perban, juga tidak boleh dibuang sembarangan. Kasa tadi harus dikubur bersama ari-ari atau diamankan supaya tidak terbakar. Berkaitan dengan bakar membakar ini saya teringat dengan tahayul yang masih dianut sebagian (besar) masyarakat yaitu tahayul celana dalam.

Kemanakah celana dalam yang sudah tidak terpakai dibuang? Untuk orang yang sudah berpikir anti tahayul akan membuang di tempat sampah. Dibungkus rapi dengan tas plastik dan diletakkan di tempat sampah sudah cukup, tidak berpikir nanti sampah ini akan berakhir di TPA akan dibakar tidak ya? Mengapa takut dibakar?

Celana dalam dan pakaian lain yang dibuang di sampah dan dibakar menurut ahlul tahayul akan menyebabkan tubuh pemilik pakaian menjadi ikut sakit seperti terbakar. Kulit melepuh dan meleleh, begitu katanya. Apakah celana dalam yang sudah tidak terpakai masih disimpan di dalam lemari karena takut terbakar atau disalahgunakan orang untuk ilmu pelet? Bila jawabannya: ya, berarti masih ada ketakutan dan percaya akan tahayul tentang celana dalam itu.

Saatnya bongkar lemari dan buang celana dalam dan pakaian yang sudah usang. Bila masih layak pakai, tawarkan kepada saudara kita yang masih membutuhkannya. Bila sudah benar-benar jadi gombal mukiyo (Jawa: kain lusuh), bungkus rapi dan buang di tempat sampah.

Masih ragu? Ah, ternyata celana dalam pun bertahayul....